Jumat, 24 April 2009

Teater Pikiran, Apaan tuh?

Selamat datang di personal weblogku bayu dwi nurwicaksono

Assalamualaikum Wr. Wb

Salam Sejahtera

Saudara-saudaraku sedunia, beragam modul otak memproses informasi secara paralel di setiap belahan otak dan dari satu belahan ke belahan lainnya, bukan tahap demi tahap atau secara berurutan, tetapi hampir seluruhnya secara serentak. Misalnya, bayangkan Anda sedang duduk di beranda pada suatu hari yang sejuk, segar, dan cerah, sambil membaca buku. Meskipun sistem visual Anda berfokus pada simbol-simbol dan maknanya, ia juga memproses aspek sinar matahari yang memantul dari hiasan gantung kristal yang berayun di jendela. Sementara itu, sistem indra pendengaran Anda sadar bahwa putra tetangga sedang melambung-lambungkan bola basket di pelataran rumahnya. Bau rumput yang baru dipangkas menembus sistem penciuman Anda, dan sensasi di daerah perut bagian bawah mendorong Anda ,berhenti sejenak untuk pergi ke toilet. Setiap sistem dan subsistemnya yang majemuk itu berfungsi seperti teater mini yang masing-masing memainkan film internalnya sendiri.

Lebih konkret dalam dunia pendidikan, teater pikiran terdiri atas lima sistem utama, yakni sistem pembelajaran emosional, sosial, kognitif, fisik, dan reflektif. Kelima sistem yang berbaur menjadi teater mini ini dapat dicontohkan pada kasus berikut: niat dan kemampuan siswa merevisi laporan ilmiah (sistem kognitif) dapat mengalami konflik dengan perasaan tersinggung oleh sindirian guru (sistem emosional), perasaan terkucil dari teman ketika tidak diikutsertakan dalam proyek kelompok (sistem sosial), perasaan tidak nyaman dari detak jantung yang berpacu (sistem fisik), dan perasaan cemas karena pertengkaran orang tua (sistem reflektif). Semua itu seperti film-film pikiran yang saling bersaing menuntut perhatian yang sama.

Jika guru mengembangkan rencana pelajaran dan berinteraksi dengan siswa secara sadar dan setiap hari dengan memperhatikan sistem pembelajaran teater pikiran, maka sekolah bisa menjadi tempat yang didatangi siswa dengan penuh antusias dan sulit untuk ditinggalkan.

Dengan memberikan perhatian kepada setiap sistem pembelajaran alamiah otak (teater pikiran), guru dan siswa bisa mengembangkan komunitas belajar dengan kode perilaku yang di dalamnya setiap orang mengharapkan dan menghargai prestasi dengan pembelajaran aktif sebagai standarnya. Ruang kelas seperti itu mendukung persahabatan dan semua siswa ingin menjadi anggotanya, sehingga setiap individu berupaya menjadi individu terbaik dalam mewujudkan tujuan pembelajaran pribadi. Kita harus melihat apa yang kita inginkan pada mata pikiran kita supaya kita bisa mengubah apa yang kita bayangkan menjadi kenyataan. Seperti yang pernah ditulis oleh seorang penyair yang tidak dikenal: “Anda harus melahirkan imaji Anda karena imaji adalah masa depan yang menunggu untuk dilahirkan.”

Saudara-saudara yang kucintai, kuingin menjadi sebuah biola yang memunyai lekukan tubuh yang elok dan menginspirasi serta mampu mengeluarkan suara yang bagus dan mencerahkan orang yang mendengarnya. Weblog ini dibuat sebagai representasi jelmaan biola impianku. Personal blog ini mengkategorikan diri sebagai blog pendidikan dan pembelajaran. Semoga tampilan lekukan tubuh dan isi blog ini dapat menginspirasi dan mencerahkan Anda. Akhirnya mari kita selalu berhasrat, bervisi, berpengetahuan, bertindak, dan bertafakur untuk menjadi manusia yang unggul. (byu)

6 komentar:

  1. Hey2 teater pikiran kupikir teater apa? ternyata pikiran kita toh yang berteater. Baiklah emang selama manusia hidup ya selalu berteater pikirannya. Hanya saja penampilan teater pikiran kita itu layak dipertontonkan tidak.

    BalasHapus
  2. Weleh2 ide yang bagus untuk dikembangkan dan dipraktekan dalam keseharian "ber-teater pikir": meluangkan waktu sejenak untuk berpikir mengenai kehidupan ini. membaca ayat-ayat Allah termasuk dalam aktivitas pembelajaran sebagai seorang ato calon guru.
    aq tunggu tulisan yang lain

    BalasHapus
  3. wah bagus2 ternyata dipikiran kita ada teaternya juga toh, tapi untung Allah bisa menhadiahkannya kepa kita tanpa bayar, coba klo qt bayar seperti dibioskop habis berap duit tuh.

    BalasHapus
  4. salam bay...ngomong2 tulisanmu ini tentang apa? sastra atau pendidikan. cukup bagus tampilannya. eit tapi ingin tahu lebih banyak tentang pendidikan kunjungi q d www.majlispendidikan.blogspot.com !!!

    BalasHapus
  5. Posting terus ya... Mohon kunjungi saya di www.peribahasakita.blogspot.com

    BalasHapus
  6. bagus, mungkin saya rasa blog ini sedikit berbeda. satu diantaranya mengenai tulisan dan penjelasan tentang teater pikiran.
    menarik!!
    tetap semangat

    BalasHapus