Ku Mau Kau Seperti …. (Bag. 1)
(Surat-surat kepada wakil rakyatku yang lolos dalam Pileg)
Surabaya, 30 Maret 2009
Wakil rakyatku, ku mau kau seperti ….
Kawanku, barangkali kita memunyai persamaan dan perbedaan dalam dunia kelegislasian. Persamaannya adalah kita sama-sama berkecimpung dan berjuang di dunia perpolitikan. Sama-sama memperjuangkan kehidupan rakyat. Perbedaannya aku telah menjadi wakil rakyat di negeriku (baca: kampus) sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (MPM Unesa Masa Bakti 2007) dua tahun silam, sedangkan kau belum namun akan menjadi wakil rakyat di negeri Indonesia raya ini.
Kawanku senasib seperjuangan menjadi anggota legislatif bukanlah hal yang mudah dan enak. Kau harus tahu tentang hal itu. Pengalamanku di dunia lembaga perwakilan rakyat, meski hanya lingkup kampus memberikan pelajaran dan gambaran tentang dunia wakil rakyat. Kepandaian dalam mengelola kecerdasan emosional, sosial, fisik, kognitif, dan reflektif yang oleh Barbara K. Given, seorang direktur pusat riset pembelajaran di Universitas Mason, Fairfax, Virginia, Amerika Serikat disebut sebagai sistem pembelajaran teater pikiran ini tampaknya harus kau terapkembangkan.
Kawanku, calon wakil rakyatku, “ku mau kau seperti ….”. Begitulah judul surat yang kukirim padamu. Kau mungkin berpikir bahwa aku akan menginginkanmu seperti sosok yang ada di balik tanda titik-titik itu. Jika begitu dugaanmu maka tak salah asumsimu itu. Namun demikian tidak sepenuhnya benar. Ya, karena kata seperti pada judul surat ini adalah kependekan dari kata setegas …, sepeka …, serela …, dan seberarti …
Pengin tahu siapa sosok di balik tanda titik-titik itu? Inilah saatnya kusampaikan kepadamu bahwa ku mau kau
1.Setegas Goenawan Mohammad
Goenawan Mohammad ialah sosok yang tegas dan pemberani. Komitmennya terhadap kebebasan jurnalisme meriwayatkan dirinya beserta majalah mingguan Tempo menjadi legenda sejati jurnalisme Indonesia. Saat itu, 21 Juni 1994 wartawan dan karyawan, kios dan pengasong, serta para pembaca kehilangan ritus mingguannya karena sejak itu Tempo direnggut oleh pemerintah yang marah lantaran menurunkan berita tentang pembelian 39 kapal bekas militer Jerman Timur yang berarti membocorkan aib negara. Pemerintah saat itu menawarkan opsi, meminta maaf atau majalahnya dibredel. Dengan tegas ia memilih opsi kedua. Baginya lebih baik kehilangan Surat Izin Usaha Penerbitan dan Pers (SIUPP) dan majalahnya ditutup daripada mengakui kesalahan yang ia rasa tidak melakukannya.
2.Sepeka W.S. Rendra
Willybrordus Surendra Broto Rendra ialah penyair dan dramawan Indonesia yang sering dicekal dan dipenjarakan pemerintah Orde Baru lantaran sejumlah karya dan aksinya yang peka dan kritis menangkap realita kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Salah satunya adalah pentas drama Mastodon dan Burung Kondor yang merupakan repertoir gubahan Rendra yang dimainkan oleh kelompok teaternya. Cerita Mostodon dan Burung Kondor adalah kisah tentang militer yang berkuasa dan melaksanakan pembangunan, mahasiswa yang melakukan perlawanan revolusioner, dan ada penyair yang menentang keduanya. Meski latar kisah ini di Amerika, namun pentas itu sangat efektif menyindir keadaan Indonesia.
3.Serela Ceriyati
Ceriyati ialah perempuan pemberani yang membuat publik Malaysia dan Indonesia terhenyak pada 17 Juni 2007 lalu. Dengan muka memar dan badan penuh luka, ia bergelayutan pada seutas tali yang dibuatnya dari sobekan-sobekan kain, lalu nekat turun dari lantai 15 apartemen Tamarind Sentul, Kualalumpur, Malaysia. Luar biasa! Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal desa Poncol, Brebes, Jawa Tengah ini sempat terhenti di lantai 12 hampir satu jam terkatung-katung limbung diterpa angin di ketinggian itu. Hingga akhirnya seorang petugas pemadam kebakaran datang menyelamatkannya.
Kerelaan hati Ceriyati mengadu nasib di negeri seberang demi mengumpulkan Ringgit untuk anak keluarganya di kampung ini merupakan pengorbanan yang patut diteladani. Semangat kerja keras dan rela berkorban seperti ini mestinya menjadi bekal para wakil rakyat yang akan duduk di Senayan nanti.
4.Seberarti Amien Rais
Amien Rais ialah tokoh utama lahirnya reformasi di Indonesia pada 1998. Berkat keberaniannya dalam mengkritisi kelanggengan pemerintahan Orde Baru selama lebih dari tiga dasawarsa, Indonesia memasuki pembabakan baru dalam perjalanan sejarah bangsa. Pascareformasi memang masih banyak permasalahan yang belum terselesaikan dengan baik. Namun kita tidak bisa menutup mata bahwa keadaan saat ini dari berbagai bidang bisa dikatakan lebih baik. Oleh karena itu, tak berlebihan jika sosok Amien Rais disebut sebagai salah satu tokoh penting yang berarti bagi awal perubahan Indonesia yang lebih baik. Nilai keberartian dan semangat reformasi ini kuharap bisa kau adaptasi jika nantinya kau terpilih sebagai wakil rakyat. Mereformasi citra lembaga perwakilan rakyat yang selama ini terkenal sebagai lembaga terkorup, lembaga yang penuh skandal, lembaga yang suka mengahambur-hamburkan uang dan bermewah-mewahan menjadi lembaga yang penuh kebijaksanaan, penuh pengorbanan demi kesejahteraan rakyat, dan penuh kesopanan serta kesantunan.
Bayu Dwi Nurwicaksono
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
But, sayangnya, entah knp, p. Amien kurang mndapat simpati dr rakyat. Bahkan t'jarang kita temui masy. yg mencemooh beliau n menganggapnya cuma bisa ngomong , kritik, n bikin onar.
BalasHapusTanya knp?! Hayo knp?
Aq pribadi sich, kagum ma sikap kritis n idealisme sosok Amien Rais. Hny saja kdg tmpak ketidakkonsistenannya.