Rabu, 03 Agustus 2011

Jumat, 11 Februari 2011

Info SNMPTN Jatim 2011

Calon mahasiswa berprestasi yang ingin masuk Universitas Airlangga (Unair) melalui jalur undangan harus gigit jari. Pasalnya, Unair memutuskan tidak menerima lagi mahasiswa dari jalur undangan (prestasi) dalam sistem seleksi nasional mahasiswa baru 2011. Komposisi penerimaan mahasiswa baru Unair terdiri dari 60 persen sepenuhnya dari jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan 40 persen dari jalur seleksi mandiri.

“Sistem penerimaan kami untuk tahun ini 60 persen dari SNMPTN dan 40 persen dari seleksi mandiri. Untuk jalur undangan kami tidak membukanya,” kata Achmad Syahrani, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiwaan Unair dihubungi, Kamis (27/1).

Menurut Syahrani, seleksi nasional mahasiswa baru 2011 melalui jalur undangan ditutup lantaran dianggap bakal menemui kesulitan dalam melakukan seleksi. Seperti diketahui, jalur undangan dihuni oleh siswa-siswi berprestasi tinggi yang mewakili tiap-tiap sekolah. Inilah yang membuat Unair tidak membuka penerimaan mahasiswa baru melalui jalur undangan, melainkan hanya menggunakan SNMPTN.

“Mereka yang lewat jalur undangan itu kan yang terbaik-terbaik, kami akan kesulitan dalam memilih di antara yang terbaik itu. Karena itu kami biarkan untuk masuk lewat SNMPTN saja,” katanya.

Secara terpisah, Pembantu Rektor I Univesitas Negeri Surabaya (Unesa), Kisyani Laksono, menyatakan tetap menyediakan jalur mandiri dan jalur seleksi nasional melalui undangan. Kuotanya disesuaikan dengan PP No. 66 tahun 2010. Seleksi nasional mengisi 60 persen sedangkan jalur mandiri mencapai 40 persen. Dari 60 persen kuota mahasiswa baru lewat seleksi nasional tersebut, 20 persen melalui jalur ujian tulis (SNMPTN) dan 40 persen melalui jalur undangan.

Sedangkan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang semula menetapkan komposisi 75% melalui jalur SNMPTN-Undangan dan 25% melalui jalur mandiri akhirnya merevisi kuotanya menjadi 65% untuk kuota seleksi nasional 35 persen lewat jalur mandiri. Ini hasil keputusan rapat senat, Rabu (26/1) kemarin.

“Soal berapa pembagian kuota antara SNMPTN dan undangan masih akan dibahas lagi dengan para dekan,” kata Arif Djunaidy, Pembantu Rektor I ITS dihubungi, Kamis siang tadi.

Yang pasti, katanya, ITS tetap membuka jalur undangan. “Kami percayakan kepada masing-masing kepala sekolah untuk mengirimkan siswanya yang berprestasi untuk ikut seleksi,” ujar Arif.

Ia juga menyatakan, sekitar 450 mahasiswa baru ITS akan masuk dan menerima beasiswa bidik misi. Jalurnya, bisa lewat SNMPTN maupun jalur undangan.

“Calon mahasiswa bidik misi ini kan dari mereka yang tidak mampu, kita harapkan kepala sekolah benar-benar mengirim yang tidak mampu. Jika tidak, sekolah tersebut akan kita black list untuk tahun-tahun kedepan,” katanya.

Sementara Universitas Brawijaya (Unibraw) menetapkan porsi 70% melaui jalur SNMPTN plus undangan. Sisanya 30% lewat jalur mandiri. "Kalau pemerintah mewajibkan 60 persen penerimaan maba dari jalur nasional, tahun ini kami justru sudah mematok 70 persen dari jalur nasional (SNMPTN, red.)," kata Rektor Unibraw Prof Dr Yogi Sugito.

Mantan Dekan Fakultas Pertanian (FP) itu menjelaskan, porsi 70 persen itu akan diisi oleh mahasiswa dari seleksi jalur undangan dan jalur ujian tertulis dan atau keterampilan. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 34 Tahun 2010 tentang SNMPTN. Ujian tertulis adalah tes seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), sementara ujian jalur undangan adalah ujian penerimaan siswa berprestasi (PSB) yang dijaring dengan persyaratan nilai rapor siswa.

Sementara, Universitas Negeri Malang (UM) juga mempermasalahkan peraturan kuota 60-40% persen tersebut. Tahun akademik 2010/2011, UM sudah memberlakukan penerimaan maba melalui jalur nasional (SNMPTN) sebesar 60 persen. Sedangkan 40 persennya melalui jalur mandiri yang jumlahnya mencapai 10 jalur.

Pembantu Rektor (PR) I UM Dr Kusmintardjo M.Pd., mengatakan, jalur maba tersebut mulai dari Seleksi Mahasiswa Program Sarjana (SMPS) yang dibuka bergelombang, hingga Seleksi Mahasiswa Program Diploma. “Kami tidak mempermasalahkan ketentuan baru tersebut, meski ada kemungkinan pendapatan akan menurun. Kami masih memiliki beberapa jalur yang mungkin tidak dimiliki oleh PTN lain, yakni jalur kerja sama dengan pemerintah daerah," paparnya.

Persentase Penerimaan Mahasiswa Baru PTN di Jatim 2011


Jalur Penerimaan

SNMPTN-Undangan Mandiri

ITS 65 35

Unair 60 40

Unesa 60 40

UB 70 30

UM 60 40

sumber: surabaya post

Formula Baru Unas 2011

Pemerintah dan Badan Standar Pendidikan Nasional telah siap dengan formula baru penilaian kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Untuk itu, pelaksanaan ujian nasional tahun ajaran 2010/2011 hanya dilaksanakan satu kali pada bulan Mei 2011.

Ujian nasional (UN) utama untuk SMA/SMK digelar pada minggu pertama Mei 2011, sedangkan untuk SMP pada minggu kedua Mei 2011. Adapun UN susulan bagi mereka yang belum mengikuti UN utama dilaksanakan satu minggu kemudian. Pada tahun ini UN ulangan ditidakan. Adapun ujian sekolah diadakan sebelum pelaksanaan UN.
Demikian perubahan yang terungkap dalam sosialisasi kebijakan UN Tahun Pelajaran 2010/2011 yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta, Kamis (17/12).
Kegiatan tersebut selain untuk mensosialisasikan juga meminta masukan soal perubahan UN dari dinas pendidikan kota/kabupaten dan perguruan tinggi.Pemerintah memang telah memegang formula baru. Namun, sebelum ditetapkan secara resmi, pemerintah dan BSNP meminta masukan dari daerah apakah perubahan dalam pelaksanaan UN 2011 bisa diterima dengan baik.
Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan dengan adanya formula baru yang mengevaluasi siswa secara komprhensif selama tiga tahun belajar, polemik UN yang muncul tiap tahun diharapkan bisa berhenti. "Kita nantinya mesti lebih fokus pada apa yang perlu dikerjakan atau diperbaiki dari hasil UN," ujar Nuh.
Ketua BSNP Djemari Mardapi mengatakan penilaian kelulusan antara UN dan hasil belajar di sekolah tidak lagi saling memveto, namun bisa saling membantu. Untuk itu, penilaian UN digabung dengan nilai dari sekolah.
Kelulusan siswa dari sekolah dengan melihat nilai gabungan rencananya dipatok minimal 5,5. Nilai gabungan merupakan perpaduan nilai UN dan nilai sekolah untuk setiap mata pelajaran UN.
Rumus yang ditawarkan pemerintah untuk nilai gabungan = (0,6 x nilai UN) + (0,4 x nilai sekolah). Nilai sekolah dihitung dari nilai rata-rata ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 untuk tiap mata pelajaran UN.
Nuh mengatakan bobot UN mesti lebih besar dari nilai sekolah untuk mengontrol hasil kelulusan. Pasalnya, dari data-data yang ada masih banyak sekolah yang me-mark up nilai siswa.
Dengan formula baru ini, rencananya akan dipatok nilai tiap mata pelajaran minimal 4,00. Integrasi nilai UN dan nilai sekolah ini diharapkan jadi pendorong untuk menganggap penting semua proses belajar sejak kelas 1 hingga kelas 3.
Adapun kriteria kelulusan ujian sekolah diserahkan kepada sekolah. Nilai sekolah merupakan nilai rata-rata dari ujian sekolah dan nilai rapor semester 3-5 setiap mata pelajaran yang tidak diujikan dalam UN.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendiknas Mansyur Ramli mengatakan penilaian kelulusan siswa tidak lagi hasil potret evaluasi sesaat. Penilaian dilakukan selama proses belajar siswa di sekolah.
(sumber: Edukasi/Kompas.Com/2010)